SHARE

Insiden Trigana Air, Komisi V Tunggu Hasil Rekomendasi KNKTAnggota keluarga korban jatuhnya pesawat Trigana Air ATR 42 di Oksibil, Papua, berdatangan ke kantor pusat PT Trigana Air Service di Jalan Wiraloka, Blok D Nomor 68-70, Komplek Puri Sentra Niaga, Kalimalang, Jakarta Timur, Senin (17/8/2015) siang.

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Ferdinand Waskita

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Anggota Komisi V DPR Nizar Zahro berduka atas musibah pesawat Trigana yang menabrak gunung di Papua. Diperkirakan terdapat 54 penumpang yang berada di dalam pesawat tersebut.

“Musibah setelah AirAsia dan beruntun pesawat maskapai yang terjadi di Indonesia walaupun tidak menimbulkan korban. Sekarang Trigana Air,” kata Nizar ketika dikonfirmasi, Senin (17/8/2015).

Menurut Nizar, hal tersebut sangat memprihatinkan. Ia pun mengingatkan kepada semua maskapai komersil yang ada di Indonesia agar selalu mengutamakan keselamatan penumpang dan mematuhi semua kewajiban yang telah ditetapkan oleh peraturan menteri perhubungan.

“Kita akan menunggu hasil rekomendasi dari KNKT sebagai dasar pengambilan keputusan dan saya berharap agar semua pihak mengutamakan pencarian pesawat terutama yang diperkirakan menabrak gunung di Papua,” ujar Politikus Gerindra itu.

Ia pun meminta kementerian perhubungan memberikan peringatan kepada manajeman Trigana Air agar melayani dan menangani keluarga korban atau ahli waris sesuai ketentuan yang berlaku.

Pesawat Trigana dengan Nomor registrasi PK-YRN dengan nomor penerbangan IL-257 hilang kontak di sekitar wilayah Oksibil, Papua. Pesawat hilang saat hendak menempuh rute, Jayapura (DJJ)-Oksibil (OKS).

Pesawat Take Off dari Bandara Sentani pukul 14.22 LT ETA, dengan estimasi tiba pada pukul 15.04 LT. Pukul 14.55 pesawat tersebut melakukan kontak dengan tower Oksibil. Ternyata kontak tersebut merupakan kontak terakhir, setelah pada pukul 15.00 tidak ada jawaban dari pesawat tersebut.

View the original article here

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY

− 1 = 9